Gempa Jogja
Monday, May 29th, 2006Gempa sabtu kemaren bener-bener ngagetin yah..
Yogyakarta, kota kenangan banyak orang. Bukan hanya kenangannya orang Indonesia lho, tapi orang-orang di negeri lain juga. Buktinya, sampai H+2 sudah ada Jepang yang dengan sigap bersedia mengirim tenaga-tenaga medis + 100 juta yen, Australia yang memberi bantuan beberapa juta dollar, Kanada juga berjanji bakal kasi 1,8 juta dollar, belum lagi Cina, Amrik & negara-negara tetangga kita yang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengulurkan tangan.
Melihat kenyataan indah seperti ini, keliatannya image Indonesia di mata dunia semakin membaik yah, banyak orang yang peduli, sepertinya Indonesia mulai meraih kembali harkat & martabatnya di kalangan internasional. Wah, Pak SBY berhasil nih, mengembalikan citra Indonesia yang sempat terpuruk pada beberapa kepemimpinan setelah lengsernya Mantan Presiden Soeharto yang sekarang lagi berjuang mempertahankan hidup di RSPP.
Semoga saja memang demikianlah yang terjadi, rasa solidaritas antar bangsa yang ngga lagi memandang perbedaan sebagai penghalang persaudaraan, bantuan dilakukan bukan karena tujuan "mencari muka" (oups, su’udzon deh gw), karna Indonesia kan negara yang punya potensi cukup besar. Harus disadari, Indonesia punya pengaruh besar dalam relationship banyak negara di dunia.
Entahlah, lihat saja kenyataan beberapa bulan lalu, waktu Condolezza Rice berkunjung ke Indonesia, yang yakinlah dengan tujuan "membujuk" Indonesia supaya terus mengekor di belakang kebijakan AS (susah euy buat ngga ber-su’udzon ria terhadap AS), biar Indonesia ikut-ikutan mengecam pengayaan nuklir di Iran, dengan memuji penanganan teroris yang sampai saat ini bisa dikatakan lumayan berhasil-lah, sebagai imbas atas tertangkapnya Dr.Azhari. Tapi tetap saja, katanya sih mau mengunjungi Pondok Pesantren sebagai wujud solidaritas, tapi pada kenyataannya harus dikawal dengan penjagaan ketat dari pasukan tentara Amrik, dan mengabaikan pengamanan yang disediakan TNI-Polri.
Tidak berapa lama setelah itu, Perdana Menteri Tony Blair ikut-ikutan "berkunjung" ke Indonesia, ada angin apa ya, setelah sangat lama pimpinan tertinggi Inggris tidak menginjakkan kakinya di tanah Indonesia.
Well, sudahlah, kita anggap saja semuanya baik-baik saja, toh masalah kemanusiaan tidak ada sangkut pautnya dengan strategi politik para penguasa dunia. Rasanya tidak ada yang perlu diharap dari kebaikan politik, yang erat kaitannya dengan istilah "ada udang di balik batu". Mengapa kita tidak benar-benar membantu dari ketulusan hati, murni sosial, tanpa campur tangan "maksud lain". Biarkanlah kemanusiaan semakin mengikat tali persaudaraan antar kita. Paling tidak selain kerugian, bencana juga mendatangkan keuntungan toh, rasa solidaritas antar manusia dan antar bangsa.
fie’ 29 mei 06