Pengorbanan untuk Ilmu

Anak desa, terasing, jauh dari kehidupan kota, bahkan sampai tingkat sltp pun masih belum bisa bercakap dengan Bahasa nasional, tidak selamanya tertinggal dan bukan berarti bodoh. Seorang teman dari seorang sahabat, dengan keadaan demikian ternyata justru menunjukkan taringnya di usia SMU, bayangkan, peringkat ke-7 dalam kejuaraan TOFI (Olimpiade Fisika) se-Indonesia, sebuah prestasi yang belum tentu dapat diraih oleh seorang remaja perkotaan yang sejak TK selalu mendapat pendidikan di sekolah paling unggulan sekalipun. Bakat alam, mungkin saja, tapi kebiasaannya yang selalu haus akan ilmu mungkin bisa dijadikan salah satu sebab mengapa beliau terlalu genius.

Rela makan berlauk garam hanya untuk membeli koleksi buku yang belum dipunyai, pengorbanan yang amat besar bagi seorang anak kost, saya sendiri belum tentu dapat bertindak demikian meski untuk sebuah hand book yang wajib dipunyai untuk mata kuliah tertentu. Tak heran kalau tak ada sebidang sisi pun yang dibiarkannya melompong tanpa deretan buku-buku tebal beraneka bidang, filsafat, teori fisika, dan entah judul-judul apa lagi yang telah berhasil diserap olehnya dengan pemahaman yang luar biasa.

Sifatnya yang sangat-sangat Perfeksionis menyebabkan skripsi yang mulai dikerjakan hampir setahun lebih tak juga kunjung maju ke meja pendadaran, dia sendiri yang mengoreksi kesalahan, jangan berharap pada mahasiswa lain, apalagi yang berbeda jurusan, dijamin hanya mengerti Kata Pengantar-nya saja. Wajarlah skripsi yang terinspirasi dari tesis seorang P.Hd di MIT dikerjakan dalam waktu yang lama.

Tidur larut malam, makanan yang tidak lebih bergizi daripada anak kost di akhir bulan, tidak membuatnya lemah, di balik tubuh ringkihnya siapa sangka mempunyai daya tahan yang sedemikian kuat. Setetes hujan bukan berarti apa-apa baginya, sementara kita sudah terbaring di atas tempat tidur dengan selimut tebal menutupi sampai leher, dia baru akan membutuhkannya ketika kehujanan mungkin lebih dari satu jam.

Rasanya, begitu hebat mendengar seorang sepertinya, dengan segala kelebihan yang sedemikian rupa. Mengapa kisah ini saya ceritakan, kesimpulan akhir ada di tangan anda, terserah bagaimana menyerapnya, dan bagaimana menyikapinya, semoga menjadi inspirasi positif pada kehidupan kita.

-dari kisah seorang keluarga,sahabat smu-
maaf jika terdapat kekeliruan fakta, akibat keterbatasan ingatan

Leave a Reply