Archive for June, 2006

Piala dunia, CaYOooooO NegeEriku..!!!

Tuesday, June 20th, 2006

Phillips Lahm mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang berhasil menciptakan gol di ajang 32 besar tim favorit Piala Dunia 2006. Milyaran pasang mata dari kutub utara sampai kutub selatan memandang tim Panser Jerman menaklukkan Kosta Rika.

Piala Dunia bisa dibilang acara olahraga terbesar abad ini, olimpiade aja kalah, buktinya, walaupun tak berhasil meloloskan timnya ke babak bergengsi itu, Indonesia punya stasiun televisi yang dengan bangga membeli hak siar tunggal pertandingan Piala Dunia 2006. Memangnya waktu Olimpiade Athena, ada gitu stasiun televisi Indonesia yang nyiarin langsung salah satuuu aja pertandingannya? meskipun Indonesia menurunkan beberapa tim tangguh yang siap berperang hidup dan mati? paling-paling cuma bulutangkis lantaran Taufik Hidayat sampai ke babak final, memangnya cuma tim bulutangkis aja yang siap bertaruh gelar kehormatan? trus, cabang-cabang olahraga lainnya? semisal Karate, mereka bahkan bertaruh nyawa.

Well, ngga papalah, yang lalu biarlah berlalu, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, kenapa hanya menyiarkan abis-abisan tim-tim dari negeri nun jauh disana, sedang yang di pelupuk mata ngga dipeduliin?

Terlepas dari kekecewaan itu semua, Piala Dunia tetap menyodorkan kemegahan sebuah pertandingan. Pembukaan Piala Dunia 2006 disaksikan oleh beberapa milyar penduduk dunia, dikurangi satu atau dua milyar penduduk Indonesia yang sayang sekali tak bisa ikut mengenang peristiwa bersejarah itu secara langsung, dari layar kaca sekalipun. Ngga papalah, toh masih ada piala-piala dunia maupun olimpiade-olimpiade berikutnya. Tetap mendukung Semangat Olahraga!!! Yakinlah, tim-tim Indonesia akan berjuang lebih baik, terlihat dari liga-liga dalam negeri yang semakin meriah, semoga bukan hanya pendukungnya saja yang meriah ;p CaYOooooO NegEriku..!!! Lho, nyemangatin negeri sendiri koq pake bahasa negara lain yah?? he2..

Piala Dunia, Keep Sportif..!!

Tuesday, June 20th, 2006

Ngga perlu dibilang juga uda mendunia kalo yang namanya Piala Dunia selalu bikin heboh. Saat ini sepakbola bukan hanya milik kaum pria, atau orang-orang yang punya fisik sempurna, bahkan juga bukan hanya permainan manusia, dari ikan sampai robot bisa dimanfaatkan sebagai pengoper bola bulat.

Walaupun tak berperan langsung sebagai striker, gelandang, maupun kiper, juga bukan atribut pertandingan seperti wasit, anak pengambil bola, pemegang bendera, ataupun petugas keamanan, dan bahkan juga bukan suporter yang rela menguras beberapa ribu dollar untuk menonton pertandingan di stadion berkapasitas puluhan ribu penonton, tapi hanya memposisikan diri sebagai pemirsa setia televisi, bolehlah, tetap dibilang berperan kan dalam meramaikan perhelatan bola paling seru seantero dunia.

Percaya ngga percaya, sebuah bola bundar berdiameter tak lebih dari setengah betisnya Beckham, mampu mempengaruhi berbagai sisi kehidupan manusia bumi. Sesuai dengan inti dari permainan sepakbola, kesehatan jadi alasan utama para pemainnya. Dari segi ekonomi, jelas menguntungkan banyak perusahaan yang memanfaatkan event ini buat promo produknya, negara penyelenggara pun ketiban rezeki nomplok berlipat-lipat bila dibandingkan dengan  modal awal yang dikelurkan untuk perbaikan stadion dan tata kota. Dampak sosialnya, mode sedang terarah pada segala sesuatu yang berbau bola maupun seragam tim-tim favorit dunia, seandainya saja baju kebaya dan batik bisa sepopuler itu, ck..ck..ck..

Senengnya, ajang penuh sportivitas ini juga digunakan sebagai simbol perdamaian, kepedulian (terhadap anak-anak misalnya, yang dimotori oleh Unicef), dan memberi contoh bahwa persaingan bukan berarti permusuhan, yang mengalahkan dan dikalahkan pada akhirnya akan saling berpelukan dan bertukar kaos yang dipakainya, itulah sportivitas.

Sering liat dong iklan Coca-Cola yang menampilkan Koki vs Ayamnya, Pohon vs Penebang Kayu, Nyamuk vs Pemukulnya, Kaktus vs Balon Merahnya, dan Profesor vs Kelinci Percobaan. Pasangan yang sangat-sangat kontras ini bahkan bisa melupakan musuhnya ketika penyiar televisi meneriakkan goal akibat tendangan bebas dari luar kotak penalti. Emang sih, cuma iklan, dan beberapa terlihat tak mungkin terjadi, membayangkan Kaktus memeluk erat Balon tanpa menyebabkan si Balon pecah, atau Nyamuk yang dengan semangatnya ber"cha" ria di hadapan Pemukulnya, dan Koki yang justru menari penuh gembira dengan si Ayam, bo’ong banget kan?! tapi mungkin ngga sih, dua pihak yang sedang bertikai melupakan sesaat pertikaiannya untuk sebuah moment berharga, dua negara yang sedang bersitegang bisa berjabat tangan untuk niat berdamai, tanpa ada "alasan lain", indah ngga sih?! Kalo bisa demikian, Piala Dunia-nya sebulan sekali aja deh, biar seumur hidup bisa bernafas dengan lega :D Ya sih, mungkin ada yang protes, kalo ngga ada perbedaan ngga bakal seru, tapi bisa kan menghadapinya dengan sportivitas yang sama dengan pertandingan sepakbola?

Dunia Marah

Tuesday, June 20th, 2006

Kesalahan bukan pada alam,
Lalu mengapa alam yang berduka?

Kalau manusia penguasa yang kikir,
Lalu kenapa manusia miskin yang menderita?

Bukan dunia yang tidak berlaku adil,
justru dunialah yang kerap mendewasakan kehidupan.
Hanya saja, si penikmat udara yang kurang cukup berpikir,
"Mengapa dunia seringkali marah?"

fie’ 30 Mei 06