Archive for July, 2006

Qansa Fayza Athaila

Sunday, July 16th, 2006

Lahir di bulan purnamanya Jumadil Akhir 1426 H, beberapa puluh menit sebelum dimulainya tanggal 10 Juli 2006.
Qansa diambil dari bahasa Arab "Khansa" yang berarti pejuang wanita,
Fayza merupakan modifikasi dari "Faiz" (karna dulu perkiraannya cowok) yang punya makna kemenangan,
sedang Athaila bentuk cewek dari Athalah yang berarti Yang dikaruniai.
Jadi, Qansa Fayza Athaila punya arti Pejuang Wanita yang dikaruniai Kemenangan, aamin..!!!

Di saat milyaran penduduk dunia menunggu duelnya Italia vs Prancis di finalnya Piala Dunia 2006, ga disangka-sangka ternyata Qansa juga pengen nonton pertarungan bersejarah itu, ngga pengen kalah ma Pakde dan Aunty-Auntynya :D

Qansa ngertiin banget bundanya, ngga pengen bikin sakit bundanya Qansa lahir cuma dengan sehari ringisan kesakitan bunda, dan prosesnya lancar-lancar aja tuh. Hm..dengan harapan yang sangat besar, semoga Qansa bisa jadi teladan buat semua generasi penerus darah Eyangnya, jadi anak yang berguna ngga cuma buat keluarganya tapi juga buat semua orang, aamin..dan menjadi wanita yang ga gampang menyerah, seperti namanya, Pejuang Wanita, cie…

- doa dari aunty yang gembira -

Piala Dunia - di Tengah Tangisan

Sunday, July 9th, 2006

Para penggemar timnas Brazil menangislah. Setelah ditaklukkan dengan tendangan penentu dari Thierry Henry, akhirnya moment final Piala Dunia 1998 kembali terulang, Prancis mengalahkan Brazil, sang juara yang mengandalkan permainan cantik milik Ronaldo, dkk.

Tapi, dibalik semua kesedihan itu, coba tengoklah apa yang dilakukan pemain Brazil setelah pertandingan usai. Mereka bukan meraung penuh air mata sebagimana halnya Beckham, Lampard, Gerrard, Rooney, dan pejuang Inggris lainnya, tetapi justru memeluk pangeran Perancis "Zinedine Zidane" dengan penuh kebanggaan. Kekalahan bukanlah hal yang mudah, tetapi menerima dengan lapang dada adalah hal yang jauh lebih sulit. Dan terbukti, Brazil mampu melakukan pelukan persahabatan di tengah kekecewaan yang amat sangat (bayangkan betapa jauhnya Brazil terlempar dari posisi juara Piala Dunia 2002 menjadi tim yang hanya mampu menempatkan kedudukannya di laga perempat final).

Mengawali pertandingan dengan senyuman, itulah yang dilakukan Zidane dan Roberto Carlos. Lihat saja apa yang dilakukan keduanya sebelum menuju lapangan, mereka BERGOSIP dengan penuh tawa, sesekali Cafu pun ikutan nimbrung. Seperti tanpa beban, kedua kesebelasan bermain cukup sportif, meskipun sampai pertandingan usai wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.

Para pendukung Brazil boleh marah karena tim idolanya gagal maju ke semifinal, tetapi sepakbola tetaplah permainan yang mengejutkan, siapa saja bisa kalah dan menang. Tim setangguh Brazil yang berjalan sangat mulus dari babak penyisihan sampai perempat final, ternyata bisa juga dikalahkan Prancis yang jalannya sempat terseok-seok, sekali lagi itulah sepakbola, toh bola tetap bulat ya kan?!