Piala Dunia - di Tengah Tangisan

Para penggemar timnas Brazil menangislah. Setelah ditaklukkan dengan tendangan penentu dari Thierry Henry, akhirnya moment final Piala Dunia 1998 kembali terulang, Prancis mengalahkan Brazil, sang juara yang mengandalkan permainan cantik milik Ronaldo, dkk.

Tapi, dibalik semua kesedihan itu, coba tengoklah apa yang dilakukan pemain Brazil setelah pertandingan usai. Mereka bukan meraung penuh air mata sebagimana halnya Beckham, Lampard, Gerrard, Rooney, dan pejuang Inggris lainnya, tetapi justru memeluk pangeran Perancis "Zinedine Zidane" dengan penuh kebanggaan. Kekalahan bukanlah hal yang mudah, tetapi menerima dengan lapang dada adalah hal yang jauh lebih sulit. Dan terbukti, Brazil mampu melakukan pelukan persahabatan di tengah kekecewaan yang amat sangat (bayangkan betapa jauhnya Brazil terlempar dari posisi juara Piala Dunia 2002 menjadi tim yang hanya mampu menempatkan kedudukannya di laga perempat final).

Mengawali pertandingan dengan senyuman, itulah yang dilakukan Zidane dan Roberto Carlos. Lihat saja apa yang dilakukan keduanya sebelum menuju lapangan, mereka BERGOSIP dengan penuh tawa, sesekali Cafu pun ikutan nimbrung. Seperti tanpa beban, kedua kesebelasan bermain cukup sportif, meskipun sampai pertandingan usai wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.

Para pendukung Brazil boleh marah karena tim idolanya gagal maju ke semifinal, tetapi sepakbola tetaplah permainan yang mengejutkan, siapa saja bisa kalah dan menang. Tim setangguh Brazil yang berjalan sangat mulus dari babak penyisihan sampai perempat final, ternyata bisa juga dikalahkan Prancis yang jalannya sempat terseok-seok, sekali lagi itulah sepakbola, toh bola tetap bulat ya kan?!

Leave a Reply