My lovely potter..

November 30th, 2006 by fifiew

Gramed diskoooonnn…!!!! wew, jarang2 ni toko ngasi diskon lumayan gede, 20% all item bow, lumayanlah buat para book’s hunter yang dompetnya mepet ;p

Ni diskon cuman 4 hari, dasar kurang gaul, taunya uda di hari ketiga, wecks…kesempatan bagus ga bole dilewatin niy… Akhirnya dengan sedikit pemaksaan diri, meluncurlah diriku ke TKP, ditemenin my sister yang juga ijo matanya tiap kali liat buku-buku bagus :D
Waktu tbatas niy…capek ga mo dirasain, walopun balik kerja ga sempet istirahat lama, lalu ngaciiir dey…ngejar waktu magrib pula kan.. sampe di mall, dengan langkah seribu langsung naek ke lantai duwa, dan…tau donks counter mana yang pertama gw tuju?? Yups..Harry Potter mania…!!! :D
Engga satu, engga juga dua, tapi tiga bo’, langsung ngeborong buku dey…mo ngelengkapin koleksi niy critanya…kapan lagi coba? pas duit yang harusnya mo ditabung lom gw masukin ke bank, alhasil ga pake mikir lagi, yang terngiang di kepala cuma “kapan lagi lu bisa beli buku semurah ini tanpa ongkos kirim?”. Nah, itulah gunanya sering2 ke gramed buat survey buku, lu tau pengen beli apa tapi lom punya duit? tunggu aja diskonnya, langsung dey diborong, tanpa lagi nyari2 buku yang mana ya yang bagus…hi3…

Anyway, sbenernya klo mo menuhin hasrat, lom puas euy ngebelanjain 3 buku tebel skaligus, maunya seluruh isi toko dipunyain ndiri, hi..hi..hi..ngayal yuwk..!! :D

Adduh

November 29th, 2006 by fifiew

Hujan jatuh tanpa mengaduh
tanpa beralas kasur yang empuk,
tanpa rengek tangis kesakitan,
malah bernyanyi senandung ninabobo

adakah aku bisa begitu ketika terjatuh?
tanpa mengaduh sampai pulih dengan sendirinya?
tanpa mengalirkan air mata yang pasti kusesali di kemudian hari?
dan menjadikannya mimpi indah pengantar tidurku?

Eagle Award - Mbak Diana

November 20th, 2006 by fifiew

Abis nonton Eagle Award-nya Metro TV yang dari Kalbar. Itu lho, yang dari Ketapang. Wui…Saluuuut Banget, acungin empat jempol de buwat mbak Diana, kalo perlu lima jempol, enam jempol, tuj..tiit…cukup..cukup..

Jadi critanya, mbak diana yang baru nyentuh usia 25 taun ntu ngerelain masa mudanya buat ngabdi ke masyarakat pedalaman, jadi dokter bo’. Bayanginlah, 25 taun, dsono tuh ga da mall, jarang banget ktemu jalan raya, kmana2 kalo ngga ktemu sawah ya ktemunya sungai, harus pake perahu, hiek…kebayanglah kalo itu gw.

Uda jadi dokter brarti skolahnya dulu di jurusan kdokteran (ya iyalah, kalo di jurusan arsitektur mah jadinya arsitek), kebanyakan univ-univ yang punya jurusan kedokteran ada di kota-kota besar, paling ngga kota-kota yang uda punya mall. Dari kehidupan yang segitu-gitunya di kota besar, akrab dengan sgala kemudahan fasilitas hidup, ga jauh dari perkembangan teknologi, tiba-tiba pindah ke tempat yang jauh dari listrik, hiek… Gw aja yang cuma skolah di Dayeuh Kolot yang tiap taun kebanjiran, ngomel2 bgitu balik Ponti, maunya kerja di Jakarta ato Bandung, buseeet…kejauhan tuuh…pikirannya masih idealis, alesannya si mo nyari ilmu, disini susah dapet ilmu…coba bandingin dengan prinsip mbak Diana : “justru selagi masih muda, aku beruntung banget dapet pengalaman kayak gini yang ngga semua orang bisa dapet” (kira2 bgitulah intinya).

Suatu kondisi yang dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Gw jadi malu, sumpah, malu..

Qansa Fayza Athaila

July 16th, 2006 by fifiew

Lahir di bulan purnamanya Jumadil Akhir 1426 H, beberapa puluh menit sebelum dimulainya tanggal 10 Juli 2006.
Qansa diambil dari bahasa Arab "Khansa" yang berarti pejuang wanita,
Fayza merupakan modifikasi dari "Faiz" (karna dulu perkiraannya cowok) yang punya makna kemenangan,
sedang Athaila bentuk cewek dari Athalah yang berarti Yang dikaruniai.
Jadi, Qansa Fayza Athaila punya arti Pejuang Wanita yang dikaruniai Kemenangan, aamin..!!!

Di saat milyaran penduduk dunia menunggu duelnya Italia vs Prancis di finalnya Piala Dunia 2006, ga disangka-sangka ternyata Qansa juga pengen nonton pertarungan bersejarah itu, ngga pengen kalah ma Pakde dan Aunty-Auntynya :D

Qansa ngertiin banget bundanya, ngga pengen bikin sakit bundanya Qansa lahir cuma dengan sehari ringisan kesakitan bunda, dan prosesnya lancar-lancar aja tuh. Hm..dengan harapan yang sangat besar, semoga Qansa bisa jadi teladan buat semua generasi penerus darah Eyangnya, jadi anak yang berguna ngga cuma buat keluarganya tapi juga buat semua orang, aamin..dan menjadi wanita yang ga gampang menyerah, seperti namanya, Pejuang Wanita, cie…

- doa dari aunty yang gembira -

Piala Dunia - di Tengah Tangisan

July 9th, 2006 by fifiew

Para penggemar timnas Brazil menangislah. Setelah ditaklukkan dengan tendangan penentu dari Thierry Henry, akhirnya moment final Piala Dunia 1998 kembali terulang, Prancis mengalahkan Brazil, sang juara yang mengandalkan permainan cantik milik Ronaldo, dkk.

Tapi, dibalik semua kesedihan itu, coba tengoklah apa yang dilakukan pemain Brazil setelah pertandingan usai. Mereka bukan meraung penuh air mata sebagimana halnya Beckham, Lampard, Gerrard, Rooney, dan pejuang Inggris lainnya, tetapi justru memeluk pangeran Perancis "Zinedine Zidane" dengan penuh kebanggaan. Kekalahan bukanlah hal yang mudah, tetapi menerima dengan lapang dada adalah hal yang jauh lebih sulit. Dan terbukti, Brazil mampu melakukan pelukan persahabatan di tengah kekecewaan yang amat sangat (bayangkan betapa jauhnya Brazil terlempar dari posisi juara Piala Dunia 2002 menjadi tim yang hanya mampu menempatkan kedudukannya di laga perempat final).

Mengawali pertandingan dengan senyuman, itulah yang dilakukan Zidane dan Roberto Carlos. Lihat saja apa yang dilakukan keduanya sebelum menuju lapangan, mereka BERGOSIP dengan penuh tawa, sesekali Cafu pun ikutan nimbrung. Seperti tanpa beban, kedua kesebelasan bermain cukup sportif, meskipun sampai pertandingan usai wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.

Para pendukung Brazil boleh marah karena tim idolanya gagal maju ke semifinal, tetapi sepakbola tetaplah permainan yang mengejutkan, siapa saja bisa kalah dan menang. Tim setangguh Brazil yang berjalan sangat mulus dari babak penyisihan sampai perempat final, ternyata bisa juga dikalahkan Prancis yang jalannya sempat terseok-seok, sekali lagi itulah sepakbola, toh bola tetap bulat ya kan?!

Piala dunia, CaYOooooO NegeEriku..!!!

June 20th, 2006 by fifiew

Phillips Lahm mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang berhasil menciptakan gol di ajang 32 besar tim favorit Piala Dunia 2006. Milyaran pasang mata dari kutub utara sampai kutub selatan memandang tim Panser Jerman menaklukkan Kosta Rika.

Piala Dunia bisa dibilang acara olahraga terbesar abad ini, olimpiade aja kalah, buktinya, walaupun tak berhasil meloloskan timnya ke babak bergengsi itu, Indonesia punya stasiun televisi yang dengan bangga membeli hak siar tunggal pertandingan Piala Dunia 2006. Memangnya waktu Olimpiade Athena, ada gitu stasiun televisi Indonesia yang nyiarin langsung salah satuuu aja pertandingannya? meskipun Indonesia menurunkan beberapa tim tangguh yang siap berperang hidup dan mati? paling-paling cuma bulutangkis lantaran Taufik Hidayat sampai ke babak final, memangnya cuma tim bulutangkis aja yang siap bertaruh gelar kehormatan? trus, cabang-cabang olahraga lainnya? semisal Karate, mereka bahkan bertaruh nyawa.

Well, ngga papalah, yang lalu biarlah berlalu, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, kenapa hanya menyiarkan abis-abisan tim-tim dari negeri nun jauh disana, sedang yang di pelupuk mata ngga dipeduliin?

Terlepas dari kekecewaan itu semua, Piala Dunia tetap menyodorkan kemegahan sebuah pertandingan. Pembukaan Piala Dunia 2006 disaksikan oleh beberapa milyar penduduk dunia, dikurangi satu atau dua milyar penduduk Indonesia yang sayang sekali tak bisa ikut mengenang peristiwa bersejarah itu secara langsung, dari layar kaca sekalipun. Ngga papalah, toh masih ada piala-piala dunia maupun olimpiade-olimpiade berikutnya. Tetap mendukung Semangat Olahraga!!! Yakinlah, tim-tim Indonesia akan berjuang lebih baik, terlihat dari liga-liga dalam negeri yang semakin meriah, semoga bukan hanya pendukungnya saja yang meriah ;p CaYOooooO NegEriku..!!! Lho, nyemangatin negeri sendiri koq pake bahasa negara lain yah?? he2..

Piala Dunia, Keep Sportif..!!

June 20th, 2006 by fifiew

Ngga perlu dibilang juga uda mendunia kalo yang namanya Piala Dunia selalu bikin heboh. Saat ini sepakbola bukan hanya milik kaum pria, atau orang-orang yang punya fisik sempurna, bahkan juga bukan hanya permainan manusia, dari ikan sampai robot bisa dimanfaatkan sebagai pengoper bola bulat.

Walaupun tak berperan langsung sebagai striker, gelandang, maupun kiper, juga bukan atribut pertandingan seperti wasit, anak pengambil bola, pemegang bendera, ataupun petugas keamanan, dan bahkan juga bukan suporter yang rela menguras beberapa ribu dollar untuk menonton pertandingan di stadion berkapasitas puluhan ribu penonton, tapi hanya memposisikan diri sebagai pemirsa setia televisi, bolehlah, tetap dibilang berperan kan dalam meramaikan perhelatan bola paling seru seantero dunia.

Percaya ngga percaya, sebuah bola bundar berdiameter tak lebih dari setengah betisnya Beckham, mampu mempengaruhi berbagai sisi kehidupan manusia bumi. Sesuai dengan inti dari permainan sepakbola, kesehatan jadi alasan utama para pemainnya. Dari segi ekonomi, jelas menguntungkan banyak perusahaan yang memanfaatkan event ini buat promo produknya, negara penyelenggara pun ketiban rezeki nomplok berlipat-lipat bila dibandingkan dengan  modal awal yang dikelurkan untuk perbaikan stadion dan tata kota. Dampak sosialnya, mode sedang terarah pada segala sesuatu yang berbau bola maupun seragam tim-tim favorit dunia, seandainya saja baju kebaya dan batik bisa sepopuler itu, ck..ck..ck..

Senengnya, ajang penuh sportivitas ini juga digunakan sebagai simbol perdamaian, kepedulian (terhadap anak-anak misalnya, yang dimotori oleh Unicef), dan memberi contoh bahwa persaingan bukan berarti permusuhan, yang mengalahkan dan dikalahkan pada akhirnya akan saling berpelukan dan bertukar kaos yang dipakainya, itulah sportivitas.

Sering liat dong iklan Coca-Cola yang menampilkan Koki vs Ayamnya, Pohon vs Penebang Kayu, Nyamuk vs Pemukulnya, Kaktus vs Balon Merahnya, dan Profesor vs Kelinci Percobaan. Pasangan yang sangat-sangat kontras ini bahkan bisa melupakan musuhnya ketika penyiar televisi meneriakkan goal akibat tendangan bebas dari luar kotak penalti. Emang sih, cuma iklan, dan beberapa terlihat tak mungkin terjadi, membayangkan Kaktus memeluk erat Balon tanpa menyebabkan si Balon pecah, atau Nyamuk yang dengan semangatnya ber"cha" ria di hadapan Pemukulnya, dan Koki yang justru menari penuh gembira dengan si Ayam, bo’ong banget kan?! tapi mungkin ngga sih, dua pihak yang sedang bertikai melupakan sesaat pertikaiannya untuk sebuah moment berharga, dua negara yang sedang bersitegang bisa berjabat tangan untuk niat berdamai, tanpa ada "alasan lain", indah ngga sih?! Kalo bisa demikian, Piala Dunia-nya sebulan sekali aja deh, biar seumur hidup bisa bernafas dengan lega :D Ya sih, mungkin ada yang protes, kalo ngga ada perbedaan ngga bakal seru, tapi bisa kan menghadapinya dengan sportivitas yang sama dengan pertandingan sepakbola?

Dunia Marah

June 20th, 2006 by fifiew

Kesalahan bukan pada alam,
Lalu mengapa alam yang berduka?

Kalau manusia penguasa yang kikir,
Lalu kenapa manusia miskin yang menderita?

Bukan dunia yang tidak berlaku adil,
justru dunialah yang kerap mendewasakan kehidupan.
Hanya saja, si penikmat udara yang kurang cukup berpikir,
"Mengapa dunia seringkali marah?"

fie’ 30 Mei 06

Gempa Jogja

May 29th, 2006 by fifiew

Gempa sabtu kemaren bener-bener ngagetin yah..
Yogyakarta, kota kenangan banyak orang. Bukan hanya kenangannya orang Indonesia lho, tapi orang-orang di negeri lain juga. Buktinya, sampai H+2 sudah ada Jepang yang dengan sigap bersedia mengirim tenaga-tenaga medis + 100 juta yen, Australia yang memberi bantuan beberapa juta dollar, Kanada juga berjanji bakal kasi 1,8 juta dollar, belum lagi Cina, Amrik & negara-negara tetangga kita yang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengulurkan tangan.

Melihat kenyataan indah seperti ini, keliatannya image Indonesia di mata dunia semakin membaik yah, banyak orang yang peduli, sepertinya Indonesia mulai meraih kembali harkat & martabatnya di kalangan internasional. Wah, Pak SBY berhasil nih, mengembalikan citra Indonesia yang sempat terpuruk pada beberapa kepemimpinan setelah lengsernya Mantan Presiden Soeharto yang sekarang lagi berjuang mempertahankan hidup di RSPP.

Semoga saja memang demikianlah yang terjadi, rasa solidaritas antar bangsa yang ngga lagi memandang perbedaan sebagai penghalang persaudaraan, bantuan dilakukan bukan karena tujuan "mencari muka" (oups, su’udzon deh gw), karna Indonesia kan negara yang punya potensi cukup besar. Harus disadari, Indonesia punya pengaruh besar dalam relationship banyak negara di dunia.
Entahlah, lihat saja kenyataan beberapa bulan lalu, waktu Condolezza Rice berkunjung ke Indonesia, yang yakinlah dengan tujuan "membujuk" Indonesia supaya terus mengekor di belakang kebijakan AS (susah euy buat ngga ber-su’udzon ria terhadap AS), biar Indonesia ikut-ikutan mengecam pengayaan nuklir di Iran, dengan memuji penanganan teroris yang sampai saat ini bisa dikatakan lumayan berhasil-lah, sebagai imbas atas tertangkapnya Dr.Azhari. Tapi tetap saja, katanya sih mau mengunjungi Pondok Pesantren sebagai wujud solidaritas, tapi pada kenyataannya harus dikawal dengan penjagaan ketat dari pasukan tentara Amrik, dan mengabaikan pengamanan yang disediakan TNI-Polri.

Tidak berapa lama setelah itu, Perdana Menteri Tony Blair ikut-ikutan "berkunjung" ke Indonesia, ada angin apa ya, setelah sangat lama pimpinan tertinggi Inggris tidak menginjakkan kakinya di tanah Indonesia.

Well, sudahlah, kita anggap saja semuanya baik-baik saja, toh masalah kemanusiaan tidak ada sangkut pautnya dengan strategi politik para penguasa dunia. Rasanya tidak ada yang perlu diharap dari kebaikan politik, yang erat kaitannya dengan istilah "ada udang di balik batu". Mengapa kita tidak benar-benar membantu dari ketulusan hati, murni sosial, tanpa campur tangan "maksud lain". Biarkanlah kemanusiaan semakin mengikat tali persaudaraan antar kita. Paling tidak selain kerugian, bencana juga mendatangkan keuntungan toh, rasa solidaritas antar manusia dan antar bangsa.

fie’ 29 mei 06

Pengorbanan untuk Ilmu

May 26th, 2006 by fifiew

Anak desa, terasing, jauh dari kehidupan kota, bahkan sampai tingkat sltp pun masih belum bisa bercakap dengan Bahasa nasional, tidak selamanya tertinggal dan bukan berarti bodoh. Seorang teman dari seorang sahabat, dengan keadaan demikian ternyata justru menunjukkan taringnya di usia SMU, bayangkan, peringkat ke-7 dalam kejuaraan TOFI (Olimpiade Fisika) se-Indonesia, sebuah prestasi yang belum tentu dapat diraih oleh seorang remaja perkotaan yang sejak TK selalu mendapat pendidikan di sekolah paling unggulan sekalipun. Bakat alam, mungkin saja, tapi kebiasaannya yang selalu haus akan ilmu mungkin bisa dijadikan salah satu sebab mengapa beliau terlalu genius.

Rela makan berlauk garam hanya untuk membeli koleksi buku yang belum dipunyai, pengorbanan yang amat besar bagi seorang anak kost, saya sendiri belum tentu dapat bertindak demikian meski untuk sebuah hand book yang wajib dipunyai untuk mata kuliah tertentu. Tak heran kalau tak ada sebidang sisi pun yang dibiarkannya melompong tanpa deretan buku-buku tebal beraneka bidang, filsafat, teori fisika, dan entah judul-judul apa lagi yang telah berhasil diserap olehnya dengan pemahaman yang luar biasa.

Sifatnya yang sangat-sangat Perfeksionis menyebabkan skripsi yang mulai dikerjakan hampir setahun lebih tak juga kunjung maju ke meja pendadaran, dia sendiri yang mengoreksi kesalahan, jangan berharap pada mahasiswa lain, apalagi yang berbeda jurusan, dijamin hanya mengerti Kata Pengantar-nya saja. Wajarlah skripsi yang terinspirasi dari tesis seorang P.Hd di MIT dikerjakan dalam waktu yang lama.

Tidur larut malam, makanan yang tidak lebih bergizi daripada anak kost di akhir bulan, tidak membuatnya lemah, di balik tubuh ringkihnya siapa sangka mempunyai daya tahan yang sedemikian kuat. Setetes hujan bukan berarti apa-apa baginya, sementara kita sudah terbaring di atas tempat tidur dengan selimut tebal menutupi sampai leher, dia baru akan membutuhkannya ketika kehujanan mungkin lebih dari satu jam.

Rasanya, begitu hebat mendengar seorang sepertinya, dengan segala kelebihan yang sedemikian rupa. Mengapa kisah ini saya ceritakan, kesimpulan akhir ada di tangan anda, terserah bagaimana menyerapnya, dan bagaimana menyikapinya, semoga menjadi inspirasi positif pada kehidupan kita.

-dari kisah seorang keluarga,sahabat smu-
maaf jika terdapat kekeliruan fakta, akibat keterbatasan ingatan